Riang meraih cahaya
Di saat desir dingin bertiup
Merekah pepohon berdiri
Kau istimewa
Di antara gusar dan hiba hembusan
Menafi rebah menyerah
Tatkala datar beku mencengkam
Tetap teguh agam menjulang
Saat mentari terhindar dek awan
Sabarmu menghapus kelam
Kuntum senyuman tak pernah hilang
Kaulah bunga di musim dingin
Mekar dilenjan ribut
PadaNya tetap berpaut
No comments:
Post a Comment